Falisha mengambil air minum untuk Sofia dan beberapa cemilan yang dia beli semalam. Sofia terlihat tercengang saat melihat apartemen si bapak Candra. Sebenarnya dia sendiri kaget saat Falisha menyatakan kalau dia akan pindah ke apartemen mantan bosnya ini. Sofia pun sudah memarahinya habis-habisan, karena menurut Sofia itu adalah hal yang gila. Tapi dia hanya bisa mendukung apa pun yang membuat sahabatnya ini bahagia. Walau dengan pikirannya yang sedikit gila. Falisha duduk di samping Sofia dan mengambil kue brownies yang dibawakan temannya itu. Dia menggigitnya dan menatap Sofia yang masih jelalatan memperhatikan apartemen besar itu. Falisha menepuk bahu Sofia dan membuatnya tersadar. “Jangan norak!” ucap Falisha. “Lo tidur sama dia lagi? Kok bisa? Bukannya dia...

