Falisha mengambil dompetnya di dalam tas dan berjalan keluar. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Dan di apartemen Candra tidak akan cemilan yang Falisha inginkan. Mungkin ada banyak buah, keju, coklat dan juga berbagai macam makanan lainnya. Tapi dia membutuhkan choco pie, beng-beng dan berbagai biskuit coklat lainnya. Dia sudah mengendap-endap agar pria itu tidak mendengarnya keluar. Karena yang Falisha rencanakan, keluar, belanja secukupnya dan kembali. Kalau Candra mencarinya dia pasti akan menghubunginya dan Falisha baru akan mengatakan kalau dia di supermarket. Itu pun kemungkinan yang mustahil. Karena pria itu tidak keluar sama sekali dari kamarnya. Tapi saat Falisha ingin membuka password pintu depan, tiba-tiba saja ada tanda peringatan. Seakan dia penyelundup. Dan Falish

