Candra harus menunggu sekurangnya tiga jam dengan perasaan cemas di depan pintu bersalin. Dia tidak bisa masuk karena saat tiba proses persalinan sudah berjalan. Candra seperti setrikaan yang mundar-mandir sementara Kalya hanya menatap papa dengan bingung. Anak lelaki itu duduk di samping Sofia dan Alvin dengan memegang eskrim yang diberikan Alvin tadi. Awalnya Kalya merasa ragu saat menerima eskirm, tapi jiwa anak kecil yang selalu merasa tergoda dengan eskrim dan coklat. Dan juga tentunya karena Kalya sudah terbiasa dengan Alvin dan Sofia yang sering menemaninya dan mama di rumah. “Pa, mama dan dedek baik-baik saja. Papa duduk sini,” ucap Kalya yang pusing melihat Candra mondar-mandir. Candra melihat putranya yang terlihat sangat santai dan dia pun merasa malu. Candra mengan

