Falisha terbangun dari kasurnya dan berlari ke kamar Kalya. Anak lelaki itu kembali bermimpi buruk dan menangis. Candra masih melanjutkan konsulnya dengan psikiater anak. Tapi ada kalanya Kalya masih sering bermimpi buruk, walau itu tidak sesering setelah kejadian itu. Kejadian itu sangat menyisakan mimpi buruk untuk Kalya. Dan itu membuat Falisha dan Candra merasa khawatir. Trapis pun meminta agar membiarkan Kalya tidur sendiri, tapi sesekali putranya itu masih berteriak dan menangis setiap malamnya. Falisha menarik Kalya kepelukannya dan perlahan tangis putranya itu berhenti. Falisha merebahkan Kalya dan menepuk punggungnya. “Dia mimpi buruk lagi?” tanya Candra. Falisha menganggukkan kepalanya. “Aku benar-benar khawatir, walau gak sesering dulu. Tapi Kal masih su

