Part 22

2163 Kata

Amaya pov Kulangkahkan kakiku melewati tangga dengan mengendap-ngendap pelan. Setelah kejadian semalam, aku tidak tahu lagi harus menghadapi Aryan dengan wajah bagaimana. Semalaman aku kesulitan tidur, baru setelah pukul tiga pagi tadi mataku bisa terpejam. Kuhembuskan nafas lega ketika mendapati di ruang makan Elka sedang mengobrol dengan seorang wanita yang mirip dengan Tante Ratna, tanpa ada Aryan. "Pagi Kak," sapa Elka sambil mengaduk teh hangatnya. Aku tersenyum ramah sambil mengangguk ketika wanita yang bersama Elka itu menoleh padaku. "Ini, adiknya Mama kak, Tante Ria, yang ngelola wisma di sini," jelas Elka. Aku mengulurkan tanganku untuk bersalaman sambil mengucapkan namaku. "Jadi ini calonnya Aryan, kapan diresmikan?" Tante Ria tersenyum menggoda padaku. Aku yang tidak t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN