"Mami, adik Io." Reya tersenyum seraya memasukkan keperluan kantor Nevan ke dalam tas. "Mukanya mana?" Tanya Zio sambil memberikan hasil foto USG pada Reya. "Mukanya yang ini." Nevan yang baru keluar dari kamar mandi menunjukkan bagian wajah anaknya. Zio yang setengah berdiri di atas tempat tidur kembali duduk memegang hasil foto USG dengan kedua tangannya. "Adik Zio ada dua," kata Nevan sambil mencium pipi Zio. Zio mengangguk walaupun sesungguhnya ia tidak tahu dan tidak mengerti. "Papi pergi kerja dulu ya." Pamit Nevan pada Zio. "Papi hati-hati." Zio melambaikan tangannya. Nevan tersenyum mencium puncak kepala Zio. "Abang gak boleh nakal, jangan bikin Mami capek-capek ya. Liat, perut Mami udah besar gitu. Mami lagi hamil." Nevan menunjuk ke arah perut buncit Reya. "Io juga ha

