Reya beranjak dari tempat tidur dengan kesusahan karena faktor perutnya yang semakin membesar. Dengan langkah yang begitu perlahan, Reya masuk ke kamar mandi sambil memegangi perutnya. Keluar dari kamar mandi Reya menatap Nevan yang tengah berdiri di depan cermin sambil membuka tutup parfum nya. "Jangan pake itu." Nevan menoleh menjauhkan botol parfum yang sudah mendekat ke badannya. "Ini?" Nevan menunjukkan botol parfumnya. Reya mengangguk. "Kenapa? Gak mungkin aku gak pake ini, aku mau ke kantor lho." "Tujuan kamu ke kantor mau kerja apa mau nempel-nempel sama sekretaris baru kamu itu?! Aku gak suka bau parfum kamu!" Reya berubah ketus, di pagi hari. Nevan meletakkan botol parfumnya dan mengangkat tangannya. "Oke, udah aku letak." "Katanya iya sekretaris nya cowok, gak taunya ce

