Chapter 21 - 22

1035 Kata

CHAPTER 21   Sepulangnya ke rumah, Brendon berlari ke dapur dengan perasaan lapar tiada tara. Ia siap duduk namun rasa sakit di pantatnya segera menahannya hingga berdiri lagi.   “Eh, ambilin bantal, dong!” perintah Kenya, Talitha mengangguk dan mengambil bantal dari kamar, segera ia meletakkan itu di atas kursi di mana kemudian Brendon duduk di sana. Ah, ia merasa lebih baik saat ini.   Kenya dan Bella menyiapkan makanan untuknya, lalu Carla memijatnya. Brendon merasa diperlakukan bak raja sekarang terlebih kini Kenya menyuapinya dan Bella kadang menyapu tepian bibir Brendon. Tambahan dari Talitha yang ikut memijat.   “Ini hadiah buat hari ini,” jelas Bella, menyadari wajah bertanya-tanya suaminya. Brendon hanya mengangguk pelan.   “Makasih, ya.” Ia sedikit merasa bersalah seka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN