23

865 Kata

Nayla, Miranda, dan Rei. Ketiga orang itu duduk mengitari meja yang ada di salah satu ruangan yang disediakan Intermezzo untuk pekerja mereka. Masing-masing kepala menghadap laptop. Jemari menggulir kursor, lalu klik, klik, dan klik. Masing-masing dipersenjatai sebotol air mineral merek terkenal yang kebetulan masih belum tersentuh, kertas penuh coretan berisi nama dan catatan, pena, dan lilin semangat yang kemungkinan masih menyala di jiwa ketiga orang tersebut.  Suara dengung AC menjadi latar musik. Sesekali Rei mengecek SMS dari Tiara, istrinya, yang menanyakan keadaannya. Sesekali pula Miranda dan Nayla berdeham diiringi “cieeh” yang membuat Rei berkata, “Makanya cari suami, Mbak.” Nayla merengut, tidak terima. “Pamer,” katanya. Wanita itu mencatat jumlah pengikut serta seberapa bany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN