24

1091 Kata

Di rooftop, Nayla dan Toni menikmati semilir angin. Duduk di atas rumput sintetis, kedua manusia itu terlihat mempertimbangkan hendak mengatakan apa agar keheningan yang melebar di antara mereka segera melumer. Di samping Nayla tergeletak dua kantong plastik berisi pesanan teman-temannya. Entahlah, kemungkinan Miranda tak terlalu mempermasalahkan titipannya. Secara, wanita itu terlatih menahan monster dalam dirinya saat kelaparan tiba. Nah, lain halnya dengan Rei. Si bapak satu itu kemungkinan mulai menyusun serangkaian kaliman sarkatis yang akan digunakan untuk mengeksekusi Nayla. Yah, Nayla sudah mempertimbangkan berbagai alasan untuk menamenginya dari amukan Rei. Hola, mungkin Nayla bisa menyogok Rei dengan permen cokelat, yang murah tentunya.  Pandangan Nayla terarah menuju langit. Wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN