Malamnya Nayla meng-Google nama Djarno dan mendapati sejumlah fakta mencengangkan. Lelaki yang memiliki hubungan darah dengan Toni itu ternyata bukan main hebatnya. Pemilik sejumlah perusahan kosmetik, industri batik, dan sejumlah rumah mode ternama di Bandung. Lelaki tegap dengan perawakan halus. Tak ada seorang pun yang akan menyangka bahwa dia bersedia menendang isti dan putranya ke jalanan. Berbaring di ranjang, Nayla mulai menggulir layar ponsel dan membaca satu per satu artikel yang membahas Djarno. Toni sempat menyatakan bahwa Djarno ingin mengusir Toni ke luar negeri. Nayla mengerutkan dahi, tidak mengerti. Setelah segala kesuksesan serta harta yang kini dimiliki Djarno, alasan macam apa yang membuat lelaki itu bersikeras melempar Toni sejauh mungkin dari kehidupannya. Tidakka

