16

1101 Kata

Tak ada satu kalimat pun melintas di kepala Nayla. Benaknya kosong, tak ada ide. Padahal hari ini ia harus segera menyelesaikan teks untuk pojok wanita. Pandangan wanita itu tertancap pada layar monitor yang menampilkan lembar word yang seputih salju. Kosong, tiada satu kata pun tertulis di sana. Jemari Nayla mengambang di atas papan keyboard. Setiap Nayla menuliskan satu kalimat, maka ia segera mengahapusnya karena merasa tidak cocok. Entah suhu ruangan yang bertambah panas atau AC yang tidak berfungsi, bulir keringat bermunculan di kening dan pelipis Nayla. Sesekali ia menggunakan tisu untuk menyeka keringat dan melemparnya ke tong sampah mini di dekatnya.  “Konsentrasi,” Nayla menyugesti diri sendiri.  Puji panah Artemis, Nayla belum juga menemukan kalimat pembuka.  “Demi diskon DVD

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN