Bab 22: Garis Bayang 3

1094 Kata

Ahya   Aku keceplosan. Kenapa aku mengatakan hal tersebut pada orang yang belum tentu ku percayai? Aku tidak tahu, meskipun demikian ada sepercik kebahagiaan dalam diri ku saat mengatakan itu kepada Amalia. Apa yang sebenarnya terjadi?   "Aku permisi dulu," ucapku seraya meninggalkan Amalia. Amalia sepertinya tidak bergerak dari tempatnya saat aku menjauh. Aku pergi ke taman di depan rumah itu.   Lama aku terdiam di sana, merenungkan tentang diri ku. Seakan aku melihat sesuatu yang lain tentang diriku saat aku mendengar atau melihat Annisa Amalia. Ada yang tersembunyi di balik diri Amalia, yang menyimpan rahasia tentang diri ku, tapi apa?   "Ahya Sholihin," terdengar seseorang menyebutkan nama itu. Aku menoleh ke arah sumber suara dan ternyata itu adalah kak Fath. "Ayo pulang,"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN