Pukul tujuh malam Vanya sudah sampai di kediaman keluarga tunangannya. Sebab besok adalah hari pernikahan mereka. Walau keadaan Vanya masih sangat lemah, tapi dia bersikeras melanjutkan pernikahan yang nyaris gagal. Sebentar lagi mereka akan resmi menjadi suami istri yang sah di mata Tuhan dan negara, hal itulah yang sangat dinantikan keduanya. Mereka selalu berharap setelah badai yang menerpa akhir-akhir ini, akan segera terbit kebahagiaan dalam hubungan antar keduanya. Sesampainya di rumah keluarga Abelano, Vanya langsung istirahat agar keadaanya segera pulih. Walau masih ada infus yang menusuk tangannya, tapi dia tak menghiraukan rasa sakitnya karena kedatangan Aland bagaikan obat paling mujarab untuknya. Aland masih menemani Vanya hingga gadisnya tertidur, karena tunangannya aka

