Prolog
"Hay Gendut bagaimana keadaan pasar hari ini"
Ucapku kepada pria gendut yang berada di depan ku ini.
"Semua aman-aman saja bos"
Balas si gendut ini kepadaku sambil menundukkan kepalanya di hadapan ku, Dia ini adalah salah satu anak buahku yang aku percayai
Lalu aku mengambil dan membaca Novel bergenre fantasi, aktion dan romantis yang baru aku beli ini, Saat aku baru membaca beberapa lembar bab novel ini membuat tenggorokan ku kering ,Lalu Aku berjalan ke samping ku untuk mengambil botol minuman untuk melepaskan dahaga ku,
"Arghh"
Saat aku teguk minuman itu tiba-tiba dari arah belakang pinggul ku terasa sangat perih ,Aku mencoba memengang pinggul ku itu dengan tangan ku.
Dan saat aku tarik kembali tangan ku ke arahku aku melihat banyak darah di tangan ku, saat melihat darah yang ada di tanganku ini membuat jantungku berdetak sangat cepat dan membuat kakiku lemas dan aku pun mulai tersungkur jatuh.
"Uh kau wanita sialan aku sudah muak di perintah oleh mu ,Sudah saatnya aku yang menjadi bos di sini"
Ucap si Gendut ini sambil meyeringai kearah ku , Aku sungguh tidak menyangka orang yang aku percayai ternyata tega mengkhianati ku .
"Kaaauuu,,"
Hanya kata-kata itu yang bisa ku ucapkan kepadanya , Aku melihat darahku yang mengalir ke arah novel yang aku pegangi dari tadi ,Lidah ku juga sudah mulai tidak bisa aku gerakan untuk berbicara, Pandangan ku pun sudah mulai buram dan tidak lama hanya ke gelapan yang bisa kulihat.
"Sial Aleda sudah meninggal , Iblis itu benar-benar sudah membunuh Healer kita ,Jadi mulai sekarang kita harus berhati-hati menyerang iblis ini"
Dari kegelapan yang aku lihat aku mendengar kata-kata itu, lalu aku coba untuk membuka mataku dan aku melihat seorang pria dengan wajah yang terbilang tampan dengan mata tajamnya sendang menatap tepat di hadapanku
"Kau masih hidup Aleda?"
Ucap pria ini sambil memegang pundaku , Aku sempat berpikir kalau pria ini adalah malaikat yang menyambutku di surga tapi saat aku melihat sekelilingku ,
Aku melihat dua orang lagi yang sedang melawan mahluk yang tidak pernah aku lihat sebelumnya
"Kau siapa, Dan dimana aku ini?"
Aku bertanya kepada pria yang sedang merangkul ku ini.
"Haa apa kau lupa dengan ku Al?"
Jawab pria ini , Aku benar-benar tidak tahu siapa mereka dan dimana aku ini
"Sudah lah nanti saja aku jelaskan nya sekarang kau diam dulu disini!"
Ujar pria ini sambil menyandarkan tubuh ku di batu besar yang ada di sampingku , Pria ini pun maju sambil menghunuskan pedangnya yang ada di pinggulnya ke tempat kedua orang itu yang sedang bertarung dengan mahluk aneh itu .
"Ambil posisi masing-masing jangan lengah terus pojokan iblis sialan ini"
Printah pria yang menggunakan pedang itu kepada dua orang lainnya.
"Fire Ball"
Peria kecil itu menyerang mahluk itu dengan bola api yang tiba-tiba muncul dari tongkat panjangnya.
Tapi sayang mahluk aneh itu nampaknya masih bisa bertahan , lalu mahluk itu mencoba menyerang pria kecil itu dengan cakar yang ada di tangannya , Tapi tiba-tiba serangan dari mahluk itu ditahan oleh pria besar menggunakan tamengnya.
"Arghhh sial"
Namun cakar mahluk itu mampu menembus tameng pria besar itu sampai menusuk perutnya
"Fel tahan tangannya sebentar"
Ucap pria berpedang itu dan maju ke arah mahluk aneh itu
"Wind s***h"
Krakkkkkkk
Pria itu menebas mahluk itu dengan serangannya dan terdengar suara dari tulang leher mahluk itu yang terlepas dari tubuhnya
Aku benar-benar keheranan dengan apa yang baru saja aku lihat itu , pertarungan mereka seperti cerita dalam novel yang baru saja aku baca sebelum kematianku
Cukup lama aku merasa keheranan dengan semua ini dan pria berpedang itu pun mulai mendekat kembali ke arahku
"Al sekarang adalah tugas mu"
Ucap pria berpedang ini kepadaku sambil membopong ku ke arah pria besar yang nampaknya terluka cukup parah
"Ayo sekarang obati Felix"
Ucap kembali pria berpedang ini kepadaku
"Haa aku bukan dokter aku tidak tau cara menyembuhkan luka"
Balas ku kepada pria ini , Aku benar-benar tidak tahu maksud dari perintah dia
"Ha kau kenapa si Al"
Ucap pria kecil ini yang nampak nya bertanya kepadaku karna tatapannya ke arah ku
"Al nampaknya kehilangan ingatannya karna di serang iblis tadi"
Ucap pria berpedang ini menjelaskan tentang diriku nampaknya
"Huu ini pasti merepotkan"
Balas pria kecil itu dengan nafas nya yang keluar dari mulut kecilnya
Tiba-tiba kedua tangan ku yang sedari tadi menempel di pahaku di tarik oleh pria berpedang ini ke arah luka di perut pria besar yang sedang terbaring ini
"Ayo Al obati luka Felix sekarang"
Ucap pria berpedang ini kepadaku sambil terus memegangi kedua tangan ku ke arah luka orang yang bernama Felix ini
"Sudah ku bilang bukan aku tidak tahu harus berbuat apa kepada luka orang ini"
Balas ku kepada nya sambil menatap mata sayunya yang mengarah ke padaku
"Ucapkan saja, Healing"
Ujar kembali pria itu dengan raut muka datarnya
"Healing"
Aku pun menuruti kata-kata nya lalu muncul cahaya hijau dari kedua tangan ku , Cahaya itu pun merambat ke luka orang yang bernama Felix ini yang tengah lemas karena lukanya.
Aku benar-benar di buat terkejut kembali ketika aku melihat luka yang di selimuti cahaya hijau itu mulai rapat secara perlahan lahan.
"Hay hay kalian lihat itu?"
Ucap ku dengan keras karena terkejut dengan apa yang kulihat sekarang ini
"Haha iya iya, Kau memang hebat Al"
Balas pria kecil itu sambil tersenyum ke arah ku
Cukup lama aku melakukan ini hingga akhirnya luka di tubuh Felix pun tertutup rapat kembali , namun sekarang aku merasa amat sangat kelelahan, Mungkin karena aku mengeluarkan cahaya hijau itu cukup lama.
"Terimakasih Al aku benar-benar berhutang budi kepadamu"
Ucap pria yang bernama Felix kepadaku, Dengan tubuhnya yang masih lemas karena kehilangan banyak darah dia mencoba untuk berdiri kembali
"Jadi apa kau benar-benar hilang ingatan Al"
Ucap bertanya pria berpedang ini kepada ku
"Ya nampaknya soalnya aku tidak tahu kalian ini siapa dan di mana aku berada sekarang"
Balas ku mengiyakan kata-kata nya supaya memastikan kembali apa aku benar-benar masuk ke dunia novel yang k*****a tadi
"Ini pasti merepotkan"
Ujar pria kecil itu sambil menepuk jidatnya
"Ya nampaknya tidak ada pilihan lain lagi, kita harus berkenalan ulang dengan nya dan menjelaskan semua nya lagi dari awal"
Balas pria berpedang ini sambil menatap wajahku