Setelah memesan makanan untuk Melani, Devano dengan cepat menyeruput mie yang ada di mangkuknya, sedangkan Meilani tertunduk, ia bahkan tidak berani bergerak sedikitpun. Bayang-bayang Devano akan marah dan menatapnya dengan beringas menubruk otak Meilani hingga Melani hanya bisa terdiam, sedangkan Devano sama sekali tidak menoleh ke arah istrinya. Dia benar-benar lapar dan benar-benar ingin beristirahat. Akhirnya acara makan Devano selesai, Devano pun bangkit dari duduknya kemudian ia langsung mengambil minum dan langsung berjalan ke arah dapur untuk menyimpan mangkuk yang sudah ia pakai. Saat ia berbalik, ia melihat lagi ponselnya memeriksa di mana posisi makanan yang ia pesan untuk istrinya, dan ternyata driver belum juga berjalan dan masih berada di restoran. “Kamu tunggu aja makan

