Devano melihat jam di pergelangan tangannya, ia tidak ada waktu lagi untuk membujuk istrinya, karena sebentar lagi ia harus apel pagi. Pada akhirnya, Devano merangkul bahu Meilani lalu sedikit menarik lembut pipi Melani dan menciumnya. “Kakak minta maaf ya, Kakak harus dinas sekarang. Setelah sarapan, Kakak pergi.” Pada akhirnya Devano keluar dari kamar, kemudian ia langsung berjalan ke arah ruang makan. Lalu setelah itu ia memakan sarapannya. sedangkan Meilani berdecak kesal sungguh ia tidak akan memaafkan suaminya semudah itu ••• “Gun!” panggil Devano saat ia sedang berada di di ruangan tempat ia mengabsen senjata. “Hmmm,” jawab Guna, lelaki itu tidak menggubris Devano dan fokus pada laporannya, karena laporan akan diserahkan. Devano tampak terdiam percuma juga dia bercerita pada G

