Setelah masuk kedalam rumah, Adrian langsung membawa Meilani ke kamar yang selalu Meilani tempati jika sedang menginap di rumah neneknya. Saat sudah duduk di ranjang, ponsel Meilani berdering, satu panggilan masuk dari Devano, membuat Meilani menghela nafas. Ia merasa tak nyaman dengan perasaannya saat melihat nama Devano. Namun ia sudah berjanji, ia tidak ingin menampilkan perasaan apapun pada suaminya. Meilani menghela nafas, kemudian menghembuskannya. Ia pun langsung mengangkatnya. “Ia, Kak.” “ Mei Kamu di mana?" terdengar suara panik dari seberang sana. “Aku ada di rumah nenek, Kak.” “Kamu pulang sama siapa?” Tanya Meilani. “Aku tadi naik taksi online,” jawab Meilani. “Maaf Kak aku tidak izin. Tadi Oma nyuruh aku datang.” jawabnya. “ Tidak usah Kak, aku akan pulang diantarkan O

