Dad, sekarang aku harus bagaimana?" tanya Aryan. “Meilani tidak mau aku dekati berbicara pada Devano pun rasanya percuma!” kata Aryan lagi yang mengadu pada Gemma. Gema yang sedang memegang tongkat billiard pun langsung menoleh ke arah sang putra, lalu ia mendudukkan diri sebelah Aryan. “Itu masalahmu, kenapa kau harus kabur hanya demi bola,” jawab Gema. Tiba-tiba Aryan merasa aneh dengan ayahnya. “Dad, Mommy masih marah padaku? seharusnya Daddy juga marah padaku? Lalu kenapa Daddy tidak marah?” tanya Arian. Seingatnya, saat Arian menampakan diri di hadapan semua. Hanya Gema yang tidak marah padanya. Padahal, biasanya sang ayahlah bereaksi untuk menghukum jika ada yang bersalah. Tapi kemarin, Aryan sama sekali tidak mendapatkan hukuman apapun dari Gemma. Gemma hanya tersenyum. Namun da

