25

1998 Kata

Meylani menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. “Kak, nikahi saja Nakesya. Aku tidak keberatan.” mata Devano membulat saat mendengar ucapan Meilani. Bagaimana mungkin istrinya ini mengatakan hal seperti itu. “Lihat Devano, istrimu juga tidak keberatan kan.” kali ini ayah Nakesya yang berbicara, membuat Devano menoleh. “Saya akan kembali lagi nanti.” Devano menarik tangan Meilani, kemudian mengajaknya keluar dari ruang rawat yang ditempati oleh ibu Nakesya Emosi Devano sangat terpancing, saat Meilani mengizinkannya untuk menikahi Nakesya. Apa-apaan istrinya ini. Saat dia mati-matian mempertahankan rumah tangga mereka, dan menolak perintah ibunda Nakesya untuk menikah. Tapi istrinya malah menyetujuinya hingga Devano merasa ia tidak dihargai. Devano menjalankan mobilnya dekat kecepatan ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN