55 - Kenapa?

1087 Kata

REZEL mencoba untuk tetap santai dan tidak terlalu buru-buru untuk keluar dari kelas meskipun bel pulang sudah berdering. Berbeda dengan murid lainnya yang memilih berdesakan keluar lewat pintu hanya untuk cepat sampai rumah, Rezel justru masih diam di bangku dengan pandangan yang mengarah ke luar jendela. Lagipula, dengan keadaanya yang masih belum pulih seratus persen, sangat tidak memungkinkan bagi Rezel untuk bergabung berdesakan. "Rezel, lo nggak pulang?" Rezel segera tersadar, kepalanya tergelak kecil ketika suara yang sungguh ia kenali mengalun menusuk gendang telinganya. Ia menoleh ke kanan, tepat itu juga ia menemukan Elsa. "Gue nunggu biar sepi," jawab Rezel seraya menyunggingkan senyuman yang terlukis indah di wajahnya. Seakan ada yang ganjil, buru-buru Rezel mengatakan ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN