"LO temannya Vigo, kan?" tanya Rezel setelah diingat lagi wajah cowok yang barusan memanggil namanya. Rezel menatap cowok dihadapannya dengan alis yang hampir menyatu. Cowok itu tersenyum tipis, memangguk singkat pertanda bahwa ucapan Rezel tidak meleset, kemudian ia mulai mengeluarkan kalimat. "Nama gue Bara, kenalin." ujarnya sambil mengulurkan tangan. Sama sekali tidak ada rasa curiga yang terpupuk di raganya, dengan senang hati lengkap senyuman lebarnya, Rezel menjabat tangan Bara. "Ada perlu apa lo mau manggil gue?" "Um ... itu, sebenarnya gue mau ngomong sesuatu yang mungkin saja penting buat lo," ujar Bara misterius. Terdengar masih ambigu hingga tentu saja jika Rezel bingung sendiri untuk mencerna kalimat yang terlontar dari bibir Bara. "Ngomong apaan? Jangan lama-lama, ya?

