VIGO sudah berubah, penyesalan sudah ia tunjukan secara terang-terangan. Ia sungguh tidak menduga jika Rezel akan serunyam dan mengenaskan seperti itu. Kakinya sakit, sulit untuk digerakkan, apalagi difungsikan untuk berjalan. Vigo masih berada di kamar Rezel, tatapan nelangsanya terkunci pada manik mata pacarnya itu. Ucapan Vean kembali terngiang di kepalanya. Hal itu membuat Vigo merasa bersalah besar, Rezel memang tidak ada salah. Tapi, bagaimana dengan isi surat yang ditulis Bunga waktu itu? Dia mengaku sendiri jika ia bunuh diri gara-gara Rezel. Tapi detik ini juga Vigo bingung. Di satu sisi ia masih tidak rela akan kepergian Bunga, tapi di sisi yang lain hati Vigo juga tergerak pada Rezel. Tidak mungkiri, sering berada didekat cewek itu membuat Vigo merasa nyaman. Dan inilah pu

