VEAN menyingkap tirai di jendela kamarnya, fokus matanya mengarah pada jendela kamar di seberang rumahnya. Dari sini, Vean dapat menangkap cahaya lampu di kamar Rezel belum di padamkan, dan itu artinya cewek itu belum tidur. Ia sudah hapal kebiasaan Rezel, cewek satu ini tidak bisa menutup matanya untuk segera masuk ke dalam alam bawah sadarnya jika cahaya benderang lampu masih menerangi ruangan. Terlihat kontras dengan Vean yang malah takut tidur dalam keadaan gelap. Vean kemudian menengadah wajahnya ke atas, langit tampak kosong dan hampa, seperti hatinya saat ini. Kapan semuanya akan berakhir? Vean sungguh tidak tahan membendung perasaanya lagi. Ia rela dan akan mencoba sekuat tenaga untuk melupakan Rezel, ia akan janji, asalkan Rezel kembali seperti dulu, bercanda dengan dirinya da

