Sambil memainkan kunci mobil, Adnan mulai memasuki rumahnya. Langit yang sudah gelap menandakan jika dia pulang terlambat hari ini. Bukan karena sibuk, melainkan dia harus membeli sesuatu untuk Fasya. Entah apa yang dipikirkan Adnan saat ini tetapi diamnya Fasya sedikit mengganggunya. Dia sudah terbiasa berdebat dengan gadis itu setiap harinya. Aneh memang, tetapi itu yang Adnan rasakan saat ini. Adnan bukanlah tipe pria yang romantis, tetapi sejauh yang ia tahu wanita akan senang jika diberi barang-barang yang mahal. Oleh karena itu dia membeli sebuah tas yang sepertinya cocok untuk Fasya. Bukan perhatian, tetapi Adnan bermaksud untuk membuat Fasya kembali berbicara padanya. Setidaknya memberi tahu kesalahannya yang membuatnya diam 1000 bahasa seperti ini. "Kenapa baru pulang?" tanya K

