Negosiasi

1229 Kata

Ekspresi wajah yang panik tidak bisa hilang dari wajah Fasya. Dia menatap pria seusianya itu dengan tatapan memohon. Niko, pria yang berdiri di depannya itu hanya menatapnya dengan wajah bodoh. Lebih tepatnya masih tidak habis pikir dengan apa yang baru saja ia dengar. "Kenapa harus disembunyiin?" tanya Niko untuk yang kesekian kalinya. Fasya menggaruk lehernya bingung. Entah alasan apa lagi yang harus ia berikan untuk meyakinkan Niko. Tak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya bukan? "Ya, biar aman aja." "Aman gimana? Bukannya lebih aman dan nyaman kalau semua orang tau lo istrinya Mas Adnan?" "Lo mau gue di bully?" Mata Fasya mulai melotot. Dahi Niko kembali mengernyit, "Lah emang siapa yang mau bully istri bos? Mau cari mati?" Fasya mengacak rambutnya frustrasi. "Pokoknya lo jang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN