Kesadaran dan Penyesalan

1329 Kata

Di dalam ruang kerjanya, mata Denis tak teralihkan sedikitpun dari ponselnya. Rahangnya mengeras karena rasa tidak sabar yang menguasai hatinya. Demi Tuhan, seharusnya Kinan sudah menghubunginya saat ini. Namun sejak wanita itu mematikan panggilan secara sepihak semalam, Denis belum mendapatkan panggilan lagi dari wanita itu. Denis butuh informasi. Dia harus tahu apa yang sebenarnya terjadi agar bisa segera membuat rencana. Apa yang Denis lakukan selama ini pada Adnan bukan tanpa alasan. Selama ini dia muak selalu menjadi bayang-bayang Adnan. Dulu, saat Denis belum mengetahui perselingkuhan ibunya dan berpikir jika dia juga keluarga Atmadja, dia sangat menghormati Adnan. Denis tidak peduli dengan kasih sayang khusus yang kakek berikan pada Adnan. Toh, dia juga merupakan seorang Atmadja.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN