Dengan bersiul, Niko berjalan santai di belakang Adnan dan Fasya. Wajahnya tampak sumringah karena rasa bahagia. Bagaimana tidak senang jika dia melihat perubahan Adnan yang luar biasa? Meskipun Fasya harus sakit terlebih dahulu, tetapi semua berakhir memuaskan dengan kesadaran Adnan yang berangsur muncul. "Hati-hati," ucap Adnan membantu Fasya untuk menaiki tangga teras menuju pintu utama rumah mereka. Hal itu membuat Niko lagi-lagi harus menahan tawanya. Mendadak dia merasa geli dengan tingkah Adnan yang berlebihan. Kondisi Fasya sudah jauh lebih baik, meskipun masih belum bisa beraktivitas berat seperti biasa karena itu memerlukan sedikit waktu. Setelah dokter mengizinkan Fasya untuk pulang, hari itu juga mereka langsung kembali ke Jakarta. Mendadak Niko berperan sebagai asiaten priba

