Sikap Egois

1290 Kata

Tempat tidur yang empuk tidak lagi membuat Fasya tertarik. Setelah masuk ke dalam kamar, dia menghempaskan tubuhnya ke atas sofa empuk yang membuat tubuhnya sedikit tenggelem. Fasya meraih bantal kecil dan menutup mulutnya sebelum akhirnya berteriak keras untuk meluapkan kekesalannya. Deru napas yang tidak beraturan membuat Fasya mulai memejamkan mata untuk mengatur emosinya. Entah kenapa hari ini begitu melelahkan untuknya dan semua orang juga kompak membuatnya kesal. Fasya tahu jika tidak sepantasnya dia mengeluh, tetapi dia benar-benar merasa lelah. Lelah dengan semua drama yang ada di hidupnya. Jika sedang terpuruk seperti ini pertanyaan Fasya hanya satu. Kapan semuanya akan berakhir? Fasya pikir dia akan tenang setelah pulang ke rumah, ternyata harapannya sia-sia saat melihat Kinan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN