Adnan membuka matanya saat mendengar ponselnya berbunyi. Dia mengusap wajahnya sebentar dan beralih untuk mengambil ponselnya. Dia pikir ada pesan dari Kinan, ternyata hanya ada notifikasi email yang masuk. Perlahan dia bangun dan melihat keadaan kamar. Matanya berhenti pada sosok perempuan yang tengah tertidur di kursi kayu yang terlihat tidak nyaman. Adnan menghela napas dan mulai berdiri. Dia menghampiri Fasya dan berniat untuk membangunkannya. Namun gerakan tangannya terhenti saat ada rasa tidak enak jika membangunkan gadis itu. Adnan membungkuk dan bertumpu pada kursi. Dia menatap wajah gadis itu dengan lekat. Bahkan kepalanya ikut miring agar bisa melihat wajah Fasya lebih jelas. Jika sedang dalam keadaan diam seperti ini, Fasya terlihat lebih anggun. Berbeda jika sudah membuka m

