Fasya berdiri di depan pintu kamar Adnan dengan gelisah. Dia memainkan tangannya dengan bingung. Baru saja dia mendapat telepon dari Kakek Faris yang memintanya untuk membujuk Adnan agar mau datang ke acara keluarga malam ini, lebih tepatnya datang ke acara perayaan hari pernikahan Om Bayu dan Tante Sarah, Ibu Denis. Awalnya Fasya merasa ragu dan ingin menolak, tetapi saat mendengar Kakek Faris yang memohon membuatnya tidak tega. Pria tua itu hanya ingin keluarganya berkumpul menjadi satu, tetapi konflik Adnan dan Denis belum berakhir. Fasya malas jika harus berdebat dengan Adnan untuk memintanya datang. Namun karena untuk kakek, Fasya rela berdiri di depan pintu kamar Adnan dengan jantung yang berdetak kencang. Saat akan mengetuk pintu, tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya. Muncul

