Curhatan Malam

1380 Kata

Sudah beberapa hari ini Fasya disibukkan dengan pekerjaannya. Jika sudah seperti ini, ingin rasanya ia mengumpat pada Adnan. Karena pria itu, pekerjaannya semakin bertambah dan Kinan juga mulai tegas padanya. Seperti biasa, malam ini Fasya kembali ke dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. Memang masih ada waktu untuk menyelesaikannya besok, hanya saja Fasya tidak akan tenang jika pekerjaannya belum selesai. Setidaknya dia bisa berbangga hati jika Kinan menanyakan progres pekerjaannya. Biar bagaimana pun Fasya harus memperbaiki nama baiknya yang sedikit tercoreng karena ulah Adnan. Seseorang terlihat memasuki dapur. Fasya menatap kedatangan Adnan dengan lekat. Matanya mengikuti pergerakan pria itu dengan teliti. Setelah pulang dari acara orang tua Denis, Adnan berubah menjadi pendiam. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN