Di dalam sebuah kamar hotel, terlihat dua orang gadis yang tengah berpelukan dengan erat. Kamar yang seharusnya diisi oleh lima orang itu mendadak sepi karena semuanya harus hadir mengikuti kegiatan kantor. Keadaan Fasya yang memang tidak baik-baik saja membuatnya memilih untuk izin dan mengurung diri di kamar hotel. Dari semalam, dia sudah menahan tangisnya agar tidak menarik perhatian para seniornya. Saat keadaan sudah sepi, tangis Fasya pun pecah. Dia bergelung di pelukan Dinar seperti anak kecil. Tangisnya terdengar sangat menyakitkan. Semua kekesalan Fasya sudah benar-benar memuncak. Rasa lelah yang ia rasakan sudah berada di ujung batas. Fasya benar-benar ingin menyudahi ini semua. "Gue nggak kuat, Dinar." Dinar mengelus kepala Fasya sayang. Berusaha menguatkan sahabatnya agar te

