bc

Terjebak Romansa Perkantoran

book_age18+
11
IKUTI
1K
BACA
forbidden
sex
friends to lovers
drama
office/work place
cheating
lies
secrets
addiction
wild
like
intro-logo
Uraian

Siapa yang tahan dengan godaan perasaan yang telah lama tak pernah ada? Gejolak jiwa remaja yang tak pernah lagi memenuhi ruang hati seorang Kanya Karenina. Wanita 35 tahun beranak 3 itu memang menjalani kehidupan yang cukup membosankan bersama sang suami, Rumi Anggadha. Rutinitas dan checklist harian mereka membuat Kanya merindukan masa mudanya yang penuh warna dan gairah.

Sebuah pertemuan yang tak disangka dengan Priya Askara, mendadak membuat Kanya lupa akan jati dirinya. Kanya dan Priya terlibat pada sebuah dilema yang disebut 'Cinta Pada Pandangan Pertama'. Rasa yang tiba-tiba datang menyatukan mereka itu, seolah enggan beranjak dari hati masing-masing. Malahan, mereka berdua telah benar-benar dimabuk asmara. Jarak usia 10 tahun di antara mereka, seolah tak menjadi dinding pembatas gairah cinta keduanya.

Perasaan itu, apakah sebuah godaan semu? Perasaan itu, apakah sebuah jawaban atas segala penantian di antara mereka? Perasaan itu, apakah seburuk 'dosa yang akan menuntut balas' di kemudian hari kepada Kanya dan Priya?

chap-preview
Pratinjau gratis
1. PROLOG
"Rumi, BPKB mobilku dimana? kamu gadai lagi?" Guratan amarah dari paras ayu Kanya Karenina tersurat begitu lugas. Tatapan mata menyala dari wanita 35 tahun itu nampak tanpa maklum. "Rumi! Jawab aku!" Kanya mengguncang bahu pria sebaya di hadapannya. Pria itu adalah Rumi Anggadha, lelaki yang telah 7 tahun menemani sang wanita mengarungi mahligai rumah tangga. Rumi mengangkat wajahnya yang tertunduk oleh serangan murka sang Istri. Ia menatap wajah Kanya dalam-dalam. "Iya. Kenapa? Marah? Marah aja terus. Nggak usah lebay kamu, Kanya! Bulan depan juga aku balikin BPKB kamu, tenang aja," Pria itu mengunci jawaban. Seolah tak terbantahkan lagi oleh lawan bicaranya. "Kamu..." Kanya ingin memaki sang suami, namun kata-katanya terhenti. "Apa? Kamu apa?" Rumi balas menantang. "Kamu itu selalu ya! Yang harusnya marah itu aku, bukan kamu! Kamu selalu memutarbalikkan situasi. Sudahlah, kalau sampai tgl 30 bulan depan BPKB itu nggak balik di laci lemari, terserah lah mau gimana! Mendingan kita urus akta pisah harta ke notaris," jawab Kanya jengah. Wanita itu sudah muak dengan 'drama' finansial rumah tangganya. Rumi Anggadha memang sempat berhenti dari kecanduan bermain Judi. Namun, seiring waktu yang membuatnya bosan dengan keteraturan hidup, Pria 35 tahun itu akhirnya memutuskan kembali ke dunia kelam masa lalunya. Padahal, sejak bertemu dengan Kanya 9 tahun lalu, Rumi yakin bahwa bersama sang wanita, dirinya bisa hengkang dari segala kebiasaan buruknya. Termasuk, ia telah berhenti merokok. Satu bulan pun berlalu. BPKB yang dijanjikan Rumi akan kembali rapi di laci lemari Kanya, rupanya tak terjadi. Rumi kembali ingkar janji untuk kesekian kalinya. Bahkan, ini sudah memasuki tanggal 1 di bulan berikutnya, namun janji sang suami tak kunjung terpenuhi. Wanita berambut panjang cokelat dan berkulit putih bersih itu pun membuang nafas kasar. Merebahkan dirinya ke atas kasur, menutup wajahnya dengan bantal sembari berteriak. "Aaaarrrrgghhh!" Kanya berteriak geram. 'Ceklek' Pintu kamar Kanya terbuka. Sesosok anak perempuan berusia 6 tahun masuk ke ruangan itu. "Ma... Mama kenapa?" tanya sang gadis kecil. Tak disangka perempuan kecil itu sensitif akan gerak-gerik Ibunya. Kanya mengalihkan bantal dari mukanya dan segera menyambut gadis itu. "Hei... Freya udah bangun, sayang?" tanya Kanya pada gadis yang merupakan buah cinta yang pertama dalam pernikahannya dengan Rumi. Kanya memeluk Freya. "Mama tadi teriak kenapa?" Freya mengulang pertanyaannya pada sang Ibu. "Mama teriak? Masa sih mama teriak? Mungkin Freya salah denger kali, soalnya kan Freya baru bangun tidur," jawab Kanya mengelak. Kanya tak pernah mau ketiga anaknya tahu tentang apapun problematika dirinya dengan Rumi. Apapun perkara rumah tangga mereka, keduanya berkomitmen selalu terlihat baik-baik saja di hadapan siapapun, termasuk Freya, Finsa, dan Farasya, para buah hati mereka. "Freya mau dianter sama mama ke sekolah hari ini? Biar nanti mama ijin boss mama di kantor untuk datang terlambat," Kanya menawarkan hal yang selalu menjadi kerinduan sang puteri sulung. Freya mengangguk senang. "Bener ya ma?" binar matanya bak kristal permata yang gemerlapan saking bahagianya. "Bener dong, toss dulu" ajak Kanya pada Freya sambil melapangkan telapak tangannya ke arah sang anak. Keduanya bertepuk dengan sebelah tangan yang bertemu. Gedung Perkantoran Sudirman Jakarta, 1 April 2021 Pukul 10.20 WIB, Level 23 Kantor Pusat PT Substansi Artha Indonesia 'Ting' (suara lift terbuka). Kanya melihat jarum jam di arloji nya yang menunjukkan pukul 10.20 WIB. Setengah berlari, wanita itu bersegera menuju meja kerjanya. Berharap Pak Judas, atasan langsung Kanya, tak bersikap julid padanya yang hanya ijin terlambat datang pukul 10.00 WIB. Ternyata, lalu lintas kota Jakarta membuat sang karyawati terlewat dari jadwal yang dijanjikan. 'Bruuukkk' (suara orang bertabrakan). "Aaarrghhh..." Kanya memekik karena terpeleset dan terjatuh dengan heels sepatu yang patah akibat menahan tubuh mungilnya yang akhirnya terduduk di lantai kantor. Semua mata memandang. Tatapan mereka sungguh bagai bersiap untuk menghakimi Kanya yang datang terlambat pagi itu. Kanya menepok jidat dan bergumam 'Aduh, kalo gini caranya, bukan cuma Pak Judas yang bakal julid, tapi sekantor. Huft, sial banget gue hari ini. Sudah jatuh tertimpa tangga' Wanita cantik berdarah Jawa-Belanda itupun menengadahkan wajah ayunya untuk bersiap bangkit dan menghadapi social punishment yang akan menghampirinya. "Mbak, maaf ya aku tadi nggak liat depan, biar aku bantu..." Sebuah uluran tangan kekar berurat dan berkulit sawo matang menyambut Kanya. Mereka bertukar pandang sekilas. Wajah yang asing bagi Kanya. 'Siapa dia? mungkin anak baru' tebak Kanya dalam hati. "Oh, iya makasih ya," jawab sang wanita menerima bantuan sesosok pria muda dihadapannya. Pria yang ia tabrak saat berlari di koridor kantor, pria yang asing, dan pria yang juga membantunya bangun dari posisi dimana ia terjatuh. "Nah kebetulan kalian berdua ada di sini. Kanya, kenalkan, ini Priya Askara. Dia orang yang saya rekrut khusus untuk keperluan design. Dia tadinya di gedung sebelah, saya tarik kesini, kan kita masih satu holding company juga. Kamu bantu dia ya Kanya, kali aja Priya butuh bantuan kamu," Judas Pranata, boss yang sejak tadi dihindari Kanya untuk bertemu, malah datang di hadapannya. Namun, tanpa disangka, Judas tak marah sedikit pun atas keterlambatan Kanya, malah membahas yang lain. "Oh siap Pak Boss, apapun kata Pak Boss," jawab Kanya sigap dengan sikap hormat. Dia terlalu happy mendapati Judas tidak menegur kesalahannya. "Ya sudah, saya ada meeting di luar kantor ya Kanya. Saya ajak Dwina. Kemungkinan nggak balik kantor," kata Judas menginformasi kedua karyawannya. Ia dan Dwina pergi meninggalkan Kanya dan Priya di dekat lift. Kanya kembali fokus memperhatikan sosok Priya Askara yang rupanya rekan kerja barunya. Ia menatap Priya dari ujung kepala sampai kaki. Priya mulai salah tingkah. "Ke-kenapa m-mbak?" tanya Priya memberanikan diri pada seniornya itu. "Eh, enggak. Nggak papa. Maaf ya, si-siapa tadi namanya?" jawab Kanya kikuk, menyadari aksi keponya diketahui oleh 'sang objek' Priya mengulurkan tangannya kembali pada Kanya. "Aku Priya. Priya Askara. Salam kenal ya, mbak Kanya," ucapnya sembari memecah senyum teduh. Paras lelaki Jawa yang kental dengan tatapan mata sayu itu seketika menyihir lamunan sesaat Kanya. Sikap salah tingkah yang dialami Priya beberapa saat lalu itu, mendadak berpindah kepada Kanya. Genggaman tangan kedua kalinya dari sang lelaki, membuat Kanya mengobservasi lebih tentang sesuatu. Telapak tangan Priya sangat lembut dan lembab. Sedikit berlawanan dengan ekspektasi dari sebuah penampakan tangan kekar berkulit sawo matang dengan urat yang menjalar di seluruh kulit punggung tangan hingga ke jemari. Bak seorang indigo, seolah Kanya tiba-tiba bisa meramal masa depan. Tiba-tiba saja ia berfirasat bahwa sang pria muda di hadapannya itu, tidak akan hanya menjadi seorang rekan kerja semata. Entah sebagai apa lagi, namun raut wajah itu, sorot mata itu, suara lembut itu, pembawaan kalem itu, seketika meramaikan ruang khayal seorang Kanya Karenina. 'Deg!' Jantung Kanya serasa mengirimkan sinyal rahasia ke seluruh dirinya. 'Ada apa ini?' gumam wanita itu dalam hati. Apakah ini semua hanya sebuah rasa yang tidak dapat dipertanggung jawabkan, ataukah benar bahwa ini sebuah pertanda bahwa Kanya akan jatuh ke dalam sebuah hubungan yang lebih dengan Priya?

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.3K
bc

Kali kedua

read
221.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook