Aku diam bukan berarti aku lemah dan tidak berani untuk bertindak. Namun, aku tak ingin ada keributan dalam rumah tangga ini. Apalagi sampai keluarga besarku mengetahui tentang ini, tentu mereka akan menceramahiku habis-habisan. Sebab,mereka sangat sayang padaku. Mereka tidak ingin aku disakiti oleh mas Herman. Dulu sebelum aku menikah dengan mas Herman, Ibu pernah memperkenalkanku dengan seorang laki-laki, yang menurut kedua orangtuaku layak untuk dijadikan sebagai pendamping hidupku, kebetulan satu kampung dengan beliau. Ibuku bilang Dia sudah mapan, seorang pengusaha. Menurut kedua orang tuaku, jika aku menikah dengannya hidupku akan terjamin. Namun, waktu itu aku menolaknya dengan halus dan tanpa menyinggung perasaan keduanya. Salah satu aku menolaknya adalah, aku belum sama sekali
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


