Aku Luapkan Dengan Tangisan

1546 Kata

‘Mudah-mudahan, perempuan yang bernama Alya itu menghubungi kembali’ gumamku. Aku sengaja memindahkan handphone mas Herman ke atas meja rias. Supaya jika nanti ada panggilan masuk, aku dapat melihatnya langsung dan segera menerimanya. Lima menit, sepuluh menit, tiga puluh menit, sampai dengan satu jam berlalu, handphone mas Herman belum juga ada bunyi panggilan. Mungkin saja, perempuan yang bernama Alya itu tahu, jika Mas Herman tidak membawa handpone ini, saat training. “Tangan dan mata ini rasanya gatal sekali, sudah tidak sabar ingin melihat, apa yang selama ini mereka lakukan” batinku. Sebenarnya aku bisa saja membuka isi handpone mas Herman, tanpa sepengetahuanya. Sebab, handphone dia, tidak menggunakan password atau kata sandi apapun. Hanya saja, aku bukan tipe istri yang ngelu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN