Rere masuk kedalam kamarnya. Setelah sampai di rumah. Ia mengunci kamarnya begitu saja. Gadis itu membrantaki kamarnya sendiri. Nabila yang mengejar Rere tidak bisa menyusul Rere karena gadis itu telah mengunci kamarnya. "Re.... buka dong... " ucap Nabila menggedor-gedor pintu kamar Rere. Rere tidak ingin di ganggu siapa pun. Ia hanya ingin sendiri. Di luar kamar, Nabila begitu khawatir dengan kondisi Rere saat ini. Gadis itu berinisiatif untuk menghubungi Loren. Namun Loren belum juga mengaktifkan ponselnya. "Aduh, gimana coba mana Bang Loren gak aktif lagi. Gue takut Rere kenapa-napa," ucap Nabila. Tiba-tiba Nabila mengingat sesuatu. Siapa orang yang bisa menangkan Rere. Gadis itu segera menghubungi nomor seseorang tersebut. "Halo, lo bisa ke sini?" "..........." "Ke rumah Re

