MTM(15): Meminta Kejelasan

1637 Kata

Minggu pagi yang cerah, tepat pukul 10 pagi. Seorang gadis bangun dengan kedua mata yang sudah sembab. Kepalanya terasa pusing. Mungkin karena pola tidurnya yang tidak seimbang. Rere baru tidur jam 5 pagi, setelah ia mandi dan sholat subuh. Untung saja sang Bunda tidak ada di rumah. Dengan begitu, tidak akan ada orang yang berani menganggu tidurnya. Rere masih berharap, jika, apa yang di ucapkan oleh Loren semalam adalah mimpi. Yah, Rere masih mengharapkan hal itu adalah mimpi. Ponselnya berdering, Rere melirik ponsel tersebut. Tertera nama 'Bang Raka Sayang' di sana. Rere hanya memeluk lututnya. Ia masih malas mengangkat telpon dari Raka. Bunyi ponsel berhenti. Namun sebuah ada pesan masuk. Rere mengambil ponselnya. Lalu membuka pesan singkat dari Raka. Bang Raka Sayang Kamu dimana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN