"Re, wajah lo pucat banget? Lo sakit?" ujar Nabila ketika mengetahui wajah Rere yang pucat. Rere pun menggelengkan kepalanya. "Emang pucat banget ya?" ucap Rere mengambil kaca dari dalam tasnya. "Iya. Lo kayak orang sakit tau gak," ujar Nabila. "Lo belum sarapan? Atau mau makan dulu?" "Enggak ah, gue udah sarapan kok," jawab Rere. Keduanya memutuskan untuk duduk di kursi taman. "Jadi lo sekarang suka sendiri, ya?" ucap Nabila. "Kan Reyhan harus kerja." "Iya. Gue sering kesepian," jawab Rere. Rere menyandarkan kepalanya pada bahu Nabila. "Lo main dong ke apartemen gue." "Lo aja gak pernah ajak gue," ujar Nabila. "Nanti temenin gue, ya?" ucap Rere ia menatap Nabila. Nabila pun mengangguk. Mereka memutuskan untuk kembali ke kelas. Karena memang dosen akan segera masuk ke kelas.

