Seminggu setelah pulih, Rere sudah biasa. Ia sudah sehat yah walaupun kadang ia masih suka mimpi buruk. Tetapi semua bisa ia jalani karena adanya Reyhan. Seperti saat ini, Rere sedang menyiapkan makan malam untuk Reyhan. Reyhan berjalan menuju Rere. Ia langsung merengkuh pinggang istrinya. "Kenapa? Udah lapar, ya? Bentar lagi selsai kok," ucap Rere seakan tahu apa yang di inginkan oleh Reyhan. "Rey, jangan gitu ah! Susah geraknya. Nanti tambah lama, loh," ucap Rere karena bahunya terasa berat akibat Reyhan yang menyandarkan kepalanya. "Masih ngantuk," ucap Reyhan dengan manja. "Ngantuk, apa lapar?" "Dua-duanya," jawab Reyhan. "Ya udah duduk dulu. Ini udah siap. Aku pindahin ke piring, dulu," ucap Rere yang tengah sibuk dengan kegiatannya. Kali ini Reyhan menurut ucapan Rer

