"Lo udah siapin semuanya, kan?" tanya Malik kepada Daniel yang baru datang. "Udah. Gue udah siapin semuanya. By the way, ini obatnya," ucap Daniel menyerahkan sesuatu kepada Malik. "Sip! Pinter lo," ucap Malik. "Lik? Lo beneran mau pake ide gila lo itu?" ucap Daniel ragu. Malik mengangguk sembari menatap obat yang di berikan oleh Daniel tadi. "Gimana? Kalau nanti Reyhan ngamuk sama kita?" ucap Daniel sembari membayangkan wajah mengerikan Reyhan. "Ah elah! Itu urusan nanti kali Niel!" jawab Malik dengan santainya. "Tapi kan......" "Udah sih gak usah parno gitu! Dia sendiri yang minta suprise ultahnya anti menstrim, kan?" "Iya juga sih," ucap Daniel. "Sekarang mikirin gimana caranya biar Rere minum obat ini!" ucap Malik, keduanya nampak berpikir. "Kenapa gak lo minta bantua

