bc

Knot of Billionaire

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
revenge
dark
forbidden
love-triangle
family
HE
forced
opposites attract
second chance
friends to lovers
curse
badboy
mafia
heir/heiress
drama
tragedy
sweet
serious
mystery
office/work place
like
intro-logo
Uraian

Salju turun membekukan darah di wajah cantik Sarah Dimitrov-Jacob. Putri seorang billionaire Inggris itu dalam keadaan kritis setelah kecelakaan yang dialaminya. Bahkan ia mengalami koma dan terbangun dalam keadaan amnesia. Melupakan kenangan menyakitkan dan mengecewakan dalam hidupnya.

Sampai akhirnya seseorang yang ia lupakan hadir kembali, menginginkan tempat di hati dan ingatannya.

Mengisahkan tentang keluarga anak-anak keluarga Jacob dengan berbagai drama kehidupan dan percintaannya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 Knot of Billionaire - Sarah Dimitrova-Jacob
Edinburgh - Skotlandia Suara debaman keras terdengar bersamaan dengan gesekan ban di aspal memecah keheningan sudut jalan Kota Edinburgh. Sebuah mobil mewah menabrak pagar jembatan. Seorang gadis cantik berambut pirang tengah berjuang melawan maut ketika mobil yang ia kendarai terbalik di atas hamparan saljut. Darah segar terus menetes dari beberapa luka di tubuh dan kepalanya. Bahkan kulit pucatnya pun sudah tertutup oleh merahnya darah. Air mata yang terus luruh bercampur dengan darah membasahi wajahnya, kini ia tengah berada di ambang hidup dan mati. Kilasan memori kehidupan yang ia jalani berputar dalam benaknya. Bahkan yang baru beberapa waktu di lihatnya terus menghantui, mengambil tempat di pikirannya. Bahkan nyaris mengambil alih semua kesadarannya, otaknya tak bisa berhenti mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Ia semakin terisak di tengah semua rasa sakit yang mendera tubuh lemahnya ini. hatinya terus berdenyut nyeri, bahkan rasanya melebihi rasa sakit di setiap luka terbuka di tubuhnya. Sebuah kenyataan menyakitkan yang diterimanya belum lama ini lebih melukai dan menyakitinya. Kristal-kristal salju yang terus turun dengan begitu derasnya dari langit, seakan menangis bersamanya. Rembesan darah Sarah Dimitrova-Jacob membeku di atas taman Kota Edinburgh, merubah salju putih itu menjadi merah darah. Beberapa orang yang melihat kejadian mengerikan itu perlahan mendekat, mencoba untuk membantu untuk membebaskan tubuh Sarah dari dalam mobil yang terbalik itu. Rasa sakit itu kian mendera, kesadaran semakin tipis, Sarah menggumam tidak jelas sembari menatap keluar. Ia mengulurkan tangannya dari kaca jendela mobil yang pecah, dengan sedikit kekuatan berusaha untuk menyambut turunnya salju. “Salju… Kenapa kau turun di saat seperti ini? Apa kau bersedih sepertiku? Aku membencimu…” “Tuhan... Jika ini akhir dari hidupku, maka biarkan aku bahagia setelahnya. Tapi jika Kau ingin aku bertahan, tolong hapuskan semua rasa sakit dan kecewaku. Aku tidak ingin mengingat rasa itu.” Perlahan pandangan penglihatannya buram, kepalanya pusing akibat kehilangan banyak darah. Setelahnya Sarah benar-benar hilang kesadaran. --- Suara bising khas tempat hiburan malam terus terdengar di telinga seseorang yang tengah duduk di sudut klab. Tepat di meja VIP yang dipesannya bersama beberapa orang teman, gadis berambut pirang tengah duduk seorang diri. Rambut yang dikepang sedikit berantakan begitu kontras dengan pakaian kantornya yang terlihat begitu menawan. Bibir tipisnya dipoles dengan warna cerry yang segar dan menggoda bagi mereka yang melihat. Sedikit pun ia tidak merasa tertarik untuk mengikuti dentuman musik yang dimainkan sang DJ. Ia lebih memilih untuk duduk seorang diri dan memeriksa beberapa pos-el[1] masuk pada ponselnya. Kebetulan salah satu klab ternama di Kota London ini adalah milik sahabat kecilnya, Carol dan Aaron. Pasangan kekasih itu belum lama ini membuka sebuah klab baru, dan ia diundang untuk mencoba bagaimana pelayanan klab milik mereka. Sarah Dimitrova-Jacob, seorang arsitek dan Direktur di Sunroof Real Estate. Putri tunggal dari pengusaha Real Estate ternama di Britania Raya. “Di sini ramai, tapi hatiku kosong,” gumamnya. Sarah tidak begitu menyukai minuman beralkohol, ia lebih memilih untuk meminum jus jeruk. Kini ia mengangkat wajah, mencari kedua sosok sahabat dengan mata tajamnya ini. Namun pencairan matanya tak membuahkan hasil, karena di bawah sana semua orang tengah asik menikmati musik dan menari. Bahkan minimnya cahaya di ruangan itu semakin mempersulit pencariannya. Sampai suara baritone yang lembut menginterupsi pencariannya. “Kau sendirian?” Sarah memalingkan kepala ke arah datangnya suara dan menunjuk diri sendiri. “Ya,” lelaki itu duduk di sisinya, dan membuat Sarah tidak nyaman karena ia bukan tipe orang yang mudah menerima orang baru. “Seperti yang kau lihat, aku sendirian,” jawab Sarah menggeser tubuhnya menjauh dari lelaki tampan itu. “Mau aku temani? Aku bisa memuaskanmu, Nona,” bisiknya di telinga Sarah, membuatnya beringsut mundur. Gigolo? Sial! Gumam Sarah dalam hati. “Kau tidak perlu khawatir, karena banyak gadis muda sepertimu senang bermain denganku. Aku yakin kau akan sangat menyukai permainanku,” lelaki itu menyentuh punggung tangan Sarah yang memberi tatapan jijik. Ingin sekali rasanya mencungkil kedua mata lelaki itu sampai keluar. Tatapan lelaki itu seakan ia tengah menelanjangi Sarah dengan matanya. Penampilan fisik sang gadis begitu mencuri perhatian lelaki yang ada di tempat ini, tak terkecuali yang tengah menawarkan diri padanya. Wajah cantiknya sering berada di majalah bisnis dan juga TV. Terlahir dari keluarga bangsawan serta pengusaha di Britania Raya membuat banyak pasang mata tertuju padanya. “Kau lancang berani menyentuhku!” bentak Sarah pada gigolo yang terus saja melancarkan aksinya. “Tak perlu malu, aku sangat berpengalaman dalam memuskan perempuan. Apalagi gadis muda sepertimu, Nona,” ucapnya sembari menyentuh lengan Sarah. Tamparan keras Sarah mendarat tepat di pipi kiri gigolo itu, membuatnya meringis kesakitan sembari memegang pipi. Karena emosi telah ditampar oleh Sarah, lantas ia menarik kasar tangan Sarah. Gadis itu meringis kesakitan ketika merasa cengkraman pada pergelangan tangannya semakin keras. “Sial!!! Aku cukup baik menawarkan diri pada gadis kesepian sepertimu. Tapi apa yang kau lakukan?” lelaki itu mengeratkan giginya. “Aku tidak tertarik dengan sampah sepertimu! Enyah kau dari hadapanku!” Sarah menyentakkan cengkraman tangan lelaki itu dengan kasar. Lelaki itu terus mencoba untuk menghalangi Sarah yang ingin pergi. Sampai suara baritone yang lebih berat menginterupsi ketegangan di antara Sarah dan lelaki itu. “Ada apa?” Sarah memiringkan kepalanya sedikit untuk melihat pemilik suara baritone di balik tubuh gigolo itu. Di tengah pencahayaan yang minim, ia bisa melihat sosok lelaki tegap tengah berdiri dan menatapnya intens. Katakanlah jika saat ini ia sedang merasa percaya diri, tapi pada kenyataannya itulah yang terjadi. Lelaki itu menatapnya intens sampai membuat gigolo di depannya jengah dan mendengkus kesal.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Pengacara Itu Mantan Suamiku

read
11.3K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
7.3K
bc

Ninja Itu Suamiku!!/Play In Deception: Camouflage (END)

read
54.4K
bc

Dalam Kuasa Kegelapan/Play In Darkness (END)

read
58.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.2K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
45.2K
bc

Kali kedua

read
222.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook