Acara yang berlangsung berjalan sangat lancar. Pertemuan dengan beberapa pengacara lain cukup membuatku lelah hingga tidak menyadari jika sekarang jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Tadi, aku juga sudah menghubungi Biru untuk segera menjemputku di kantor karena sebelumya dia mengatakan ingin menjemputku. Satu per satu teman-temanku sudah pamit, tapi aku masih saja berada di sini, di depan kantor sambil menanti Biru tiba. Pandanganku beralih ke setiap arah sampai mataku menemukan sebuah mobil yang sudah aku kenali pemiliknya siapa berada tidak jauh dari sana. Mas Tarra, aku tahu itu mobilnya tapi yang aku tidak tahu adalah alasan mengapa sampai sekarang ia masih berada di sini padahal tadi dia salah seorang yang sudah pamit terlebih dahulu. Mungkinkah dia menungguku? Ah, aku rasa

