BAB 21

1060 Kata

Aku memerhatikan seorang nenek yang sedang mendorong laki-laki yang sepertinya lebih muda dari padanya di kursi roda sambil membawanya ke taman yang berada di rumah sakit. Tadi, setelah selesai melihat rumah Biru mendapati telepon yang mengingatkannya pada operasi yang akan ia lakukan sebentar lagi. Sebenarnya Biru berniat memulangkan aku ke rumah Om Hamdi tapi aku menolak dan bersikeras ingin ikut ke rumah sakit bersamanya dengan dalih bosan tentunya Biru berkali-kali menolaknya tapi aku tetap berusaha dan berjanji tidak akan merepotkannya selama di sana. Dengan keberanian, aku menghampiri nenek itu. "Selamat sore," sapaku yang langsung membuat mata mereka tertuju padaku. "Boleh saya duduk, di sini?" aku menunjuk kursi kosong tepat di sebelah nenek itu. Nenek dan laki-laki itu tersen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN