BAB 29

891 Kata

Tes. Setetes air mataku jatuh tanpa aku mau dan aku pun tak paham dengan sebabnya tapi rasa sakit di dalam hatiku mungkin bisa menjelaskannya. Biru melepaskan kecupannya lalu menatapku. "Kamu menangis?" tanyanya khawatir. Biru menghapus air mataku perlahan. "Engga." "Kamu kenapa?" tanyanya yang masih begitu kelihatan khawatir. Aku menangis lagi namun kali ini sambil merentangkan tanganku. "Pelukannya mana?" rengekku pada Biru yang menimbulkan gelak tawa dalm dirinya. Jika berbohong bisa melegakan perasaanku maka aku akan melakukannya. 25 Siang ini, setelah acara rapat tadi aku memutuskan untuk rehat sebentar ke sebuah kafe yang berada di depan kantorku. Seperti biasa aku memesan cokelat panas yang menjadi minuman juara di kafe ini dan kebetulan juga cuaca sedang mendung kali ini se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN