"Kamu mau aku mulai dari mana?" Saat ini, aku dan Biru sudah berada di ruang tengah dengan posisi berdiri saling menghadap. "Kamu mau aku mulai dari mana?" Biru mengulangi ucapannya. Aku diam, saat ini aku hanya ingin mendengarkan ucapan Biru dan meresapinya perlahan-lahan. "Aku tidak punya hubungan apa pun dengan Prisa. Semua murni rekan kerja terlebih dia juniorku, dia banyak membantuku saat aku di Singapura sampai akhirnya aku tahu kalau dia punya peasaan lebih padaku. Sya, hati itu bukan untuk diatur dan aku tidak bisa mengendalikan perasaan Prisa padaku." Aku masih diam, tak menanggapi ucapan Biru. Seketika aku teringat dengan ucapan Nadin beberapa waktu yang lalu saat aku cerita tentang rencana pernikahanku dengan Biru. "Lo percaya itu?" "Lo percaya itu?" Ya, aku percaya saat

