Mata Hyera berkaca-kaca. Hyera tidak bermaksud menyinggung perasaan suaminya. Ia hanya kecewa karena suaminya menyembunyikan kondisi Sean darinya. “Nyonya,” panggil kepala pelayan. Hyera tersentak. Buru-buru ia mengusap air matanya yang menetes. “Ada apa Ahjumma?” Hyera tersenyum paksa. Kepala pelayan tersenyum. “Sebaiknya Nyonya makan dulu. Tadi sebelum pergi tuan menyuruh saya untuk memastikan jika Nyonya makan dan minum vitaminnya.” “Baik, Ahjumma.” Hyera pun makan masakan suaminya dengan perasaan kacau. Walaupun ia tidak nafsu makan, tetapi ia tidak boleh egois. Ia harus memikirkan calon bayinya yang membutuhkan nutrisi yang banyak. **** Jeno menghela napasnya. Di hadapannya ada Hyunsoo yang sejak tadi diam. Ia tahu pasti saat ini Hyunsoo tengah bertengkar dengan istrinya gara-

