Sejak tadi Hyera bergerak gelisah. Jam sudah menunjukkan waktu tengah malam, namun suaminya belum juga kunjung pulang. Hyera khawatir, ia takut terjadi sesuatu dengan suaminya. “Ayo, angkatlah Oppa.” Hyera mencoba menelepon Hyunsoo untuk kesekian kalinya. Hyera mendesah pelan, lagi dan lagi nomor suaminya tidak aktif. “Oppa, jangan membuatku khawatir,” gumam Hyera sambil terus mengirim pesan pada Hyunsoo, menanyakan di mana suaminya berada. Sekarang Hyera menyesal. Seharusnya tadi ia tidak memancing emosi suaminya. Membicarakan Sean tentulah sangat sensitif bagi Hyunsoo, karena bagaimana pun Sean adalah laki-laki yang pernah dicintainya dan pastinya suaminya cemburu. “Halo, Jen?” “Iya, halo Ra. Ada apa meneleponku di jam-jam segini?” tanya Jeno di seberang sana. Hyera memutuskan me

