Dua bocah itu berlari menuju arena bermain. Hansol mebelikannya kartu bermain sehingga mereka bisa bermain sepuasnya. Joon ingin menaiki kuda-kudaan yang berputar, sementara Jimin ingin naik kereta api. Mereka pun bertengkar membuat orang-orang tertawa melihatnya. Pada akhirnya mereka pergi bersama salah satu orang tua mereka. Joon dengan ibunya, Jimin dengan Hansol. Kedua orang tua itu hanya bisa menghela napas melihat kelakuan anak mereka yang masih terlalu kecil untuk memahami sebuah pertengkaran. Bukankah harusnya mereka bertindak seperti layaknya anak kecil, tapi keduanya malah sudah seperti anak usia lima tahun. Terkadang Airin berpikir, mungkinkah itu karena kudua putra mereka keturunan Raja Naga sehingga kedua anaknya tampak begitu cerdas dan berbeda? “Eomma, aku mau es cleam?”

