Hansol terdiam saat mendengar kata yang terucap dari bibir Airin yang mendesah dalam letupan gairahnya. Karena terjebak dalam libidonya, Hansol pun mengabaikannya dan terus melanjutkan percintaan mereka. Beberapa saat kemudian, Airin mendapatkan pelepasannya, begitu juga dengan Hansol. Keduanya mengerang dalam hasrat yang membuncah untuk meraup nikmat bersama. Napas Airin masih tersengal saat Hansol meninggalkannya dengan alasan akan menggantikannya memasak. “Kau istirahat saja, ya,” kata Hansol setelah membersihkan tubuhnya, lalu mencium kening Airin. Wanita itu pun mengangguk dan menikmati sisa-sia kenikmatan yang masih menjebaknya. Tiga puluh menit kemudian, Airin telah berganti pakaian dan turun menuju dapur. Hidangan telah siap di atas meja. Dua bocah kecilnya juga sudah ada di sana

